Selasa, 22 Oktober 2019
Informasi KKP
: KKP Kelas I Tanjung Priok...Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)....mariii kita dukung..!!

Peran Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Dalam Cegah Tangkal Penyakit Mers – COV

Disusun oleh : Yulia Daru Tanri, Amdkl

Dalam rangka mendukung Tugas dan Fungsi Kantor sesuai dengan Permenkes 2348 Tahun 2011 tentang perubahan Permenkes RI No.356/ Menkes/SK/IV /2008, maka Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi Kekarantinaan yang telah dilaksanakan pada tanggal 05 Juni 2014 di Hotel Golden Boutique Kemayoran Jakarta Pusat. Acara pertemuan dihadiri oleh 75 orang peserta yang berasal dari lintas sektor terkait seperti Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, para pejabat struktural Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, Perusahaan Shipping Line, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Rumah Sakit, Puskesmas, Agen tour & travel Haji/Umroh, Koordinator Wilayah Kerja, serta para petugas teknis di KKP Kelas I Tanjung Priok.

Pertemuan Sosialisasi Kekarantinaan ini dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Middle East Respiratory Syndrome - Corona Virus (MERS-CoV) yang telah meresahkan dunia. MERS-CoV : Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus merupakan jenis baru dari kelompok Coronavirus (Novel Corona Virus), famili kelompok virus yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pertama kali terdeteksi pada bulan April 2012 di Arab Saudi, sebelumnya tidak ditemukan pada manusia. Mers – CoV Menyerang saluran pernapasan mulai dari ringan s/d berat; Dengan gejala : demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut: biasanya penderita memiliki penyakit ko-morbid. Kematian terjadi pada hampir separuh jumlah kasus, dan belum diketahui dengan pasti bagaimana orang bisa terinfeksi.

Sampai saat ini jumlah total kasus dalam investigasi sebanyak 129 orang yang berasal dari 19 Provinsi. Belum ada vaksin dan obat spesifik, pengobatan yang dilakukan tergantung dari kondisi pasien. Pencegahan dengan PHBS, menghindari kontak erat dengan penderita, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk ketika sakit.

Untuk itu melalui pertemuan ini bersama-sama untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan baik dari petugas KKP kelas I Tanjung Priok maupun dari lintas sektor lainnya dan melakukan upaya seperti: pemantauan di Pintu masuk negara (bandara, pelabuhan, PLBDN), penguatan surveilans epidemiologi, mendesiminasi informasi tentang Mers - CoV ke masyarakat terutama calon jemaah haji dan umroh serta petugas haji Indonesia, dll.

(Yulia Daru Tantri)